Market Movers: Perhatian Tertuju ke GDP Inggris dan Pertemuan Jackson Hole



Monexnews – Pertemuan tahunan Jackson Hole akan dimulai hari ini dan berlangsung hingga tiga hari ke depan akan menjadi perhatian pelaku pasar. Pertemuan yang dihadiri oleh bank sentral, Menteri Keuangan, dan akademisi dari berbagai negara tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar khususnya jika ada pernyataan-pernyataan dari pejabat bank sentral terkait kebijakan moneter, pertumbuhan dan kondisi finansial global.

Sebelum pertemuan tersebut dimulai Kamis pagi waktu Amerika Serikat, pelaku pasar akan berfokus pada data pertumbuhan ekonomi Inggris (GDP).

Potensi Pergerakan

EURUSD
EURUSD masih menunjukkan kekuatan setelah berhasil menguat pada Rabu kemarin meski data ekonomi dari zona euro dirilis variatif. Namun tanpa data ekonomi dari zona euro hari ini, pasangan mata uang ini kemungkinan akan melemah selama belum menembus resisten di kisaran 1.1825.

GBPUSD
GBPUSD mencatat penurunan dua hari beruntun Rabu kemarin dan berada dekat level terendah dua bulan. Data GDP Inggris pukul 15:30 WIB dapat membawa GBPUSD melanjutkan pelemahan jika dirilis lebih rendah 0,3%.  Selama belum menembus resisten 1.2840, GBPUSD kemungkinan melemah ke area 1.2700.

USDJPY
Pasangan mata uang ini menunjukkan volatilitas tinggi di awal perdagangan, sempat turun ke area 108.83, kemudian berbalik naik hingga menyentuh level 109.22. Secara teknikal jika mampu bertahan di atas level 109.00, USDJPY berpeluang naik ke area 109.60.

AUDUSD
Koreksi AUDUSD berlanjut pada Rabu kemarin, namun harga bijih besi yang naik ke area $80 per ton masih akan menjaga kinerja AUDUSD. Selama belum menembus ke bawah 0.7870, AUDUSD berpeluang kembali menguat dengan target ke area 0.7940.

Emas
Jika dilihat pada grafik harian, emas bergerak ranging sejak hari Senin dengan volatilitas yang menyempit. Di awal perdagangan hari ini emas turun sekitar $3 ke area 1287.04, dan kemungkinan akan turun lebih lanjut dengan target ke area $1280. Selama belum menembus $1292, emas cenderung melemah.

Minyak Mentah
Penurunan stok minyak di AS membuat harga minyak naik lebih dari 1% Rabu kemarin. Potensi terganggunya produksi minyak akibat ancaman badai kemungkinan membuka peluang berlanjutnya kenaikan harga minyak ke area 49.00 selama belum menembus support 47.70.

(Putu Agus)

Lihat Disclaimer
SOURCE



Leave a Reply